Komitmen manajemen JNM adalah memberikan perhatian yang besar terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya, baik di tingkat lokal maupun nasional. Memang, dalam spesifikasi orientasinya, JNM menaruh minat yang besar terhadap alternatif ruang presentasi bagi pencapaian estetika karya seni rupa kontemporer Indonesia. Konsekuensinya, maka JNM juga mengemban komitmen untuk lebih mengembangkan wacana seni rupa Indonesia, juga mengoleksi dan mendiskusikannya secara komprehensif.

Kepengurusan JNM terdiri dari Dewan Pengawas yang di bawahnya membawahi posisi Direktur Eksekutif yang dijabat oleh KPH Wironegoro, M.Sc., Direktur Bisnis & Development yakni Rizky Arbali,  Direktur Operational yakni Herdar Ari Andi,  Sekretaris yakni Agnes Irma, Spv Tehnis /  Operasional  yakni Nugroho Ari, Tehnisi yakni Bejo.

Komitmen pengembangan JNM diantaranya berjejaring dengan sejumlah donor salah satunya adalah PT. Carrefour International sebagai donatur utama maupun perorangan. Di samping itu ada juga acuan yang merupakan sumber dana operasional diantaranya dari donasi pemakaian ruang pamer, sponsor acara dan penjualan merchandise di JNM Art Shop, donasi dari prosentase penjualan karya koleksi YYSN maupun dari anggota dewan eksekutif JNM atau pihak lain yang peduli.
Program kerja yang dikembangkan JNM meliputi berbagai aspek, pameran seni rupa, salah satunya. Ide agenda pameran yang diselenggarakan bisa berangkat dari JNM sendiri atau dari dari para seniman baik secara perorangan maupun komunitas atau kelembagaan melalui mekanisme yang telah ditetapkan pihak manajemen JNM.
Program yang cukup penting guna mendukung kiprah seniman-seniman muda pemula untuk mengembangkan kesenimanannya sehingga dapat mendedikasikan karya terbaiknya demi keharuman nama dan perkembangan seni maupun budaya Indonesia di mata dunia. Dukungan atas komitmen ini diwujudkan JNM dengan menyediakan galeri khusus bernama Gallery for Citizens yang dapat dipergunakan secara cuma-cuma oleh para seniman pemula dalam berunjuk karya. Selain itu, ruang pamer yang tersedia adalah ruang pamer utama Jogja National Museum, kemudian Ruang Fine Art Museum Gallery, Pendopo Ajiyasa, Ruang Seni Situs Patung dan Ruang Situs Kriya.

Hal penting lain yang tak bisa dikesampingkan adalah adanya program pengembangan wacana seni rupa yang berbentuk diskusi, seminar, maupun lokakarya tentang isu-isu penting yang telah atau sedang berkembang di dunia seni rupa lokal, nasional, maupun internasional. Yang tak kelewatan adalah program kerjasama even atau kegiatan dengan lembaga lain baik di dalam maupun luar negeri.

Tentu saja, untuk menunjang program-program tersebut JNM juga terus mengupayakan program pembangunan fisik berupa renovasi dan penambahan fasilitas yang akan berjalan selama 5 tahun ke depan. Gedung-gedung yang ada di kompleks JNM akan direnovasi sesuai dengan master plan yang sudah ditetapkan. Sementara ini, yang sudah berjalan, renovasi fisik lebih difokuskan pada fasilitas ruang-ruang pamer di kompleks gedung JNM yang telah mencapai hampir 85%. Oleh karena itu sampai saat ini keseluruhan ruang pamer yang dimiliki sudah dapat difungsikan untuk berbagai perhelatan seni dan budaya.

Program-program seperti artis residence dan pengadaan koleksi museum juga masih terus berlangsung. Sat ini, JNM juga telah merintis pengadaan karya-karya monumental (masterpiece) dari para perupa melalui mekanisme dan seleksi kuratorial yang sangat ketat untuk dapat diputuskan apakah karya tersebut merupakan capaian terpenting dalam suatu periode sejarah seni rupa tertentu ataukah tidak. Karya terseleksi akan menjadi koleksi JNM. Untuk itulah, upaya yang bisa dilakukan diantaranya adalah pembelian karya, hibah/donasi dari perupa, hibah/donasi lembaga lain atau berupa karya titipan guna dipajang di museum dalam suatu periode masa kontrak tertentu.

Konstelasi jaringan yang juga cukup penting sebagai tolok ukur pengembangan JNM adalah dibukanya kerjasama dengan sejumlah komunitas seni dan lembaga penting, baik lokal, nasional maupun internasional.

Kini, Kompleks JNM yang mempunyai luas 1,4 ha terus berbenah, mempercantik diri dan menambah fasilitas layanan publik. Selain JNM Art Shop, kantin Situs Kriya, free hot spot area, kedepannya JNM akan menambah fasilitas berupa mess dan studio residensi seniman, RJ. Katamsi Room, Perpustakaan Seniman, JNM Music Shop dan JNM Coffee Shop sebagai melting pot artist dan toko material seni rupa.

The JNM management’s commitment is to pay its most attention in conserving and developing cultural art, either in local or national level. Indeed, in specification of its orientations, JNM places its interest towards the alternatives of presentation space for every aesthetic achievement of Indonesia contemporary visual art. The consequences of that, JNM carries outthe commitment to develop the discourse of visual art in Indonesia, also to collect and discuss it comprehensively.

The JNM management consists of a Supervision Board that supervises the Executive Director, KPH “Nieko” Wironegoro, M.Sc.; Program Manager Suryo “Yoyock” Hardihandoyo, S.Sn, Operational Manager Ratih Ayu Djojodiprojo, Secretary  Agnes Irma, Technical Manager Nugroho Ari and Technician Bejo.

One of the JNM development commitments is to build the network with some private companies to support the management activities. Along with that, JNM has other sources for the operational funds of such as donation for using showrooms, event sponsors, showroom sponsors, JNM Art Shop revenue, percentage sharing of auction, donation from internal members of JNM and other parties who care.

The programs developed by JNM management are covering various activities. Visual art exhibition is one of the regular activities. The idea of the exhibition could be emerged by JNM itself, or by the artists (individually or group), or by the art institution through YYSN/JNM mechanism.

Another program of JNM is to promote the young emerging artists. This aim becomes so important as a lot of beginner artists need support to improve themselves in order to be able to present best artworks to the world to bring a good name for art scene and culture of Indonesia. The commitment is incarnated by providing the special gallery named Gallery for Citizens that could be used for free of charge by the emerging artists in indicating their work. Furthermore, the available showrooms are Jogja National Museum buildings as the main showrooms and the future museum, Fine Art Museum Gallery, Pendopo Ajiyasa, former Sculpture building, and Situs Kriya building.

Another important thing that could not be set aside is visual art discourse development program such as discussions, seminars, and workshops about visual art actual issues in local, national, and international level, as well as some cooperation program between JNM and other local and global institutions.

Artist Residential Program keeps on continuation at Jogja National Museum. At this time, JNM also commences the procurement of monumental works (masterpiece) from visual artists through a competitive and tight curatorial mechanism and selection to be able to be severed whether this work is the most important achievement in a period of the history of a certain visual arts or not. The work that has been selected will be displayed in the future Museum. Therefore, some efforts that can be carried out are purchase of the work, grant/donation from artists, and other agency donation works of entrusted goods in order to be displayed in the future museum in a certain contract period.

A network constellation which is also important for the development benchmark of JNM is the initiation of cooperating with several art communities and foremost agencies, local, national and international.

Currently, the JNM Compound occupies the of 1,4 ha, and still continues to develop, beautify itself and increase facilities of the public’s service. Apart from JNM Art Shop, Situs Kriya canteen, Free Hot Spot Area, in the future, JNM will increase its facilities with studio and guesthouse for residential program, RJ Katamsi Room, contemporary art library, JNM Music Shop, JNM Coffee shop as a melting pot of artists, and art supplies shop.